Saatnya Anak SMA Mulai (Lagi) ‘Go Blog’

Pelatihan membuat blog dalam rangka HUT pertama ABC di Banda Aceh (Dok. ABC)Sejak peringatan Hari Blogger Aceh yang bertepatan dengan ulang tahun pertama Aceh Blogger Community, 1 November 2008 silam memang pertama kali yang disasar untuk kampanye menulis di blog tak lain dan bukan adalah anak-anak SMA.

Sudah enam tahun berlalu, tepatnya 1 November 2013 kemarin juga menandakan semangat yang sama untuk menulis di blog sehingga lahirlah sebuah ide dan gagasan kenapa tidak dalam bentuk lomba dalam rangka memperingati HUT ke-6 ABC tahun ini.

Ternyata gayung pun bersambut, para tuha peut ABC pun mengamini ide yang telah ada sejak bulan Ramadhan lalu ini disebuah kesempatan saat buka bersama di Bireuen. Ya, lomba ini pun telah berakhir dan para juara pun telah diumumkan beberapa hari lalu disini.

Saya pun sempat berpikir ketika lomba ABC yang kemarin mengambil dan mengangkat isu seputar ke-Aceh-an baik dari sisi sejarah, budaya, tokoh, dan lainnya akan kekurangan jiwa-jiwa muda penerus (blogger) dari Aceh yang ingin ikut serta. Ternyata apa yang saya pikir pun, hematnya memang benar apa yang terjadi sejak sebulan lomba tersebut digelar hanya beberapa siswa-siswi yang ikut alias bisa dihitung jari.

Padahal jika dihitung jumlah SMA/MA dan sederajat di Aceh yang telah terhubung ke internet di tahun ini jauh lebih banyak dibandingkan tahun 2008 silam, saya dan juga beberapa pengurus ABC lain juga menyimpulkan kemungkinan besar kita (panitia) sendiri yang kurang promosi, alih-alih dengan evaluasi tersebut dan berakhir lomba pun diperpanjang hingga sebulan lagi. Sejumlah promosi lainnya juga digencarkan ke berbagai sekolah secara resmi lewat media daring (email dan brosur), mulai dari ujung barat Banda Aceh hingga ke Aceh Timur dan beberapa sekolah diperbatasan, hasilnya pun sedikit melegakan.

Memang terbilang ada peningkatan, namun jika diukur secara kuantitas dengan perbandingan sekolah yang ada tetap belum bisa dikatakan sempurna.

Beberapa hari saya memikirkan hal itu dibalik kesibukan dan ritual lainnya, apa yang sebenarnya membuat siswa-siswi di Aceh semakin jauh dengan budaya menulis apalagi menulis tentang Aceh-nya sendiri, mungkin jika kita bilang menulis yang lainnya juga hampir sama jawabannya juga masih kurang.

Bukan waktu yang lama enam tahun yang lalu, apa iya fasilitas internet dulu hingga sekarang masih begitu-begitu saja, tentu tidak jawabannya. Perubahan infrastruktur dan juga fasilitas internet di Aceh telah bergerak cepat walaupun terbilang urusan koneksi masih sering syak wasangka.

Namun, setelah menimbang-nimbang dengan pandangan pribadi yang sangat kurang masukan ini, ternyata kepedulian siswa-siswi di Aceh urusan ngeblog itu telah terdikte dengan seperangkat alat atau fitur sosial media (social media) seperti Facebook, Twitter dan juga perangkat gadget yang membuat pengguna (kita) seharusnya pintar (baca: smartphone). Padahal, blog yang juga komponen dari sosial media masih terbilang barang yang langka untuk dijamah atau ditulis oleh mereka.

Apakah guru-guru dan perangkat (dewan guru TIK) di sekolah masih tabu mengajari blog untuk anak-anak didiknya? Ataukah guru-guru yang perlu di-goblog-kan (lagi)?

Sering alasan ‘go blog’ tidak begitu cekatan dalam jiwa-jiwa penerus blogger Aceh, kemudahan berkicau yang begitu singkat membuat lebih asyik, belum lagi suasana di dinding beranda juga telah menghipnotis sekian ribu dan juga puluhan ribu siswa-siswi di Aceh yang terbilang masih remaja atau ABG.

Kelak para tetua di ABC telah pensiun dari jabatan informalnya di dunia blog, apakah ada generasi lain lagi yang ingin meneruskan dan menggantikan semangat menulis ini. Pastinya ada, cuma dimana mereka saat ini? Saya beranggapan mereka masih ada, anak-anak SMA ini masih menjadi amunisi untuk membuat Aceh akan terus terukir dalam tulisan-tulisan di media blog. Karena memang kini saatnya anak SMA untuk mulai ‘go blog’ baru dihidupkan kembali.

Saya pikir bukan cuma ABC yang mengkampanyekan hal seperti yang telah diceritakan di atas, banyak sekali komunitas yang kini terlahir di tanah Aceh ini, mereka juga punya barisan yang kuat untuk menggerakkan semangat batin dari siswa-siswi SMA di Aceh untuk terus menulis dan juga lebih kreatif.

Semoga saja suatu hari semangat –jiwa blogger muda– itu bersinar kembali di Aceh, perbanyaklah lomba untuk memancing semangat itu terlihat keluar. Tidak perlu harus menunggu bantuan ala sponsor besar-besar jika ingin menggerakkan hal yang sederhana ini, semangat kolaborasi dengan gotong royong tentu akan menghasilkan sebuah tujuan yang kita idam-idamkan. Saatnya anak SMA ‘go blog’ lagi, kalau bukan sekarang tidak mungkin dilain kali!

About the author

Mulai aktif ngeblog di WordPress.com sejak 2007, kini bergelut sesekali sebagai Wikipediawan (ace.wikipedia.org), Web Content Editor, Social Media Interest dan menyukai perkembangan dunia pembloggeran. Biasa menciak di @hack87. Happy blogging and #GoBlog in your heart :)