Begitu cepat dia rasanya tumbuh besar. Badan sehat, dengan jiwa dan sikap yang sehat (setidaknya kami mencoba mendidiknya sebaik yang kami bisa untuk sesuai sifat dan sikapnya dengan nama yang kami sematkan, dengan jiwa yang kami harapkan).

Alexandar Razakami Hidayat, putra harapan kami, hari ini genap sudah berusia 2 tahun. Dua tahun… Bukan waktu yang sebentar, sejak postingan kelahirannya kutulis dua tahun lalu, dan postingan ulang tahunnya pertamanya kubikin setahun silam. Namun, melihat dia sudah tumbuh besar seperti poret-potret di bawah ini, rasanya cepat sekali waktu berlalu.

Serasa cepat benar dari bayi dia tumbuh menjadi balita. Baru di bulan Februari tahun lalu dia masih belum bisa berjalan, belum bisa dilepas untuk bermain pasir dan merasakan air laut, sehingga harus kupapah dan kutuntun, di bulan Februari kemarin dia pulang kembali ke Aceh, sudah lincah bermain pasir dan berlarian di pesisir.

Sejujurnya, aku bahkan terkadang merasa “ketakutan” bahwa dia akan begitu lekas tumbuh besar. Ada rasa cemas sebagai seorang orang tua, bahwa dia tak akan selamanya menjadi anak-anak, menjadi bocah lucu begitu. Kegelisahan yang mungkin juga dirasakan oleh ayahku dulu. Atau juga mungkin olehmu yang sedang membaca ini. Bahkan agaknya juga dirasakan oleh tokoh fiktif bernama Gru dalam film Despicable Me, kala dia mengecup kening Agnes, anak angkatnya, dan berkata “Never get older” begini:



Tulisan Alex Hidayat, selengkapnya…

Renungan Diri dan Makna Seorang Bocah Harapan

Leave a Reply