Surya dan Golkar adalah symbol obsesi akan politik di negeri ini. Jika Surya adalah pelakonnya, maka Golkar adalah filmnya. Golkar sebagai kesatuan dan Surya sebagai fragmen dan sempalan yang selalu berpotensi membahayakan.

Surya Paloh dan Politik Kekuasaan (Foto rimanews.com)

Sejak awal dekade 1970-an, Golongan Karya (Golkar) adalah partai yang mendapatkan dukungan penuh dari penguasa Orde Baru, yaitu Soeharto. Hal ini terlihat dari kebijakan yang dikeluarkan oleh rezim Orde Baru berkenaan dengan aturan Monoloyalitas yang “mewajibkan” Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk menyalurkan aspirasi politiknya kepada Partai Golkar.

Kebijakan monoloyalitas ini pada akhirnya menjadi salah satu hal utama yang mengantarkan Golkar sebagai pemenang rentetan periode Pemilu di Indonesia, sejak tahun 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, hingga pemilu tahun 1997.

Sejak mundurnya Soeharto selaku presiden Republik Indonesia pada 21 Mei 1998 setelah 32 tahun memegang tampuk kekuasaan. Di setiap pemilu setelah turunnya Soeharto, suara Golkar dalam setiap pemilu menjadi semakin tidak stabil, cenderung fluktuatif dan tak lagi menjadi pemenang tetap seperti di beberapa periode sebelumnya.

Tulisan Muda Bentara, selengkapnya…

Fragmen-Fragmen Politik Surya Paloh dan Obsesi Kekuasaannya
Tagged on:         

Leave a Reply